Selama ini saya bertanya, mengapa Tuhan menciptakan manusia, jin, nabi, malaikat, dan alam semesta ini jika Dia sudah tau akhirnya seperti apa. Tuhan itu bagaikan sutradara yang telah mengerti alur cerita dari awal hingga akhir sebuah sandiwara, dan kita adalah pemainnya. Bukankah hal ini sama saja kita ini adalah mainan Tuhan? Aku tak menyebut Tuhan sadis. Namun seorang Atheis ini dalam pertanyaannya yang bisa dikatakan mewakili pertanyaan saya, mengatakan Tuhan sadis. Saya tak seberani itu mengatakan Tuhan sadis. Selama ini tak satupun jawaban yang dapat memuaskan saya. Namun Dr Zakir Naik sepertinya telah menjawabnya dengan nyaris sempurna.
Masih banyak pertanyaan-pertanyaan saya yang lainnya yang masih belum terjawab, dan semoga suatu saat saya akan menemukan jawaban yang seperti disampaikan oleh Dr Zakir Naik.
Kalau ada yang bilang padaku "gak ada kamu gak rame" maka dia pasti bohong.
Kalau ada yang bilang padaku "gak ada kamu gak seru" itu juga dusta.
Kalau ada yang bilang padaku "ikutlah, biar asik" pastilah dia tidak mengenalku dengan baik.
Karena aku adalah manusia paling membosankan di muka bumi ini.
Aku adalah si plegmatis.
Cinta damai dan banyak bungkam.
Dari yang saya kutip dari http://catatankecil.com, tipe kepribadian plegmatis adalah sebagai berikut.
Tipe Kepribadian: Plegmatis
Plegmatis ini tak suka terjadi konflik, karena itu disuruh apa saja
ia mau lakukan, sekalipun ia sendiri tidak suka. Baginya kedamaian
adalah segala-galanya. Jika timbul masalah atau pertengkaran, ia akan
berusaha mencari solusi yang damai tanpa timbul pertengkaran.
Ciri-ciri Sifat Plegmatis :
Ia mau merugi sedikit atau rela sakit, asalkan masalahnya nggak terus berkepanjangan
Kaum phlegmatis kurang bersemangat, kurang teratur dan serba dingin
Cenderung diam, kalem dan kalau memecahkan masalah umumnya sangat menyenangkan
Dengan sabar ia mau jadi pendengar yang baik, tapi kalau disuruh untuk mengambil keputusan ia akan terus menunda-nunda
Kalau anda lihat tiba-tiba ada sekelompok orang berkerumun
mengelilingi satu orang yang asyik bicara terus, maka pastilah para
pendengar yang berkerumun itu orang-orang plegmatis. Sedang yang bicara
tentu saja sang Sanguinis.
Kadang sedikit serba salah berurusan dengan para plegmatis ini.
Ibarat keledai, “kalau didorong ngambek, tapi kalau dibiarin nggak
jalan”.
Jadi jika Anda punya staf atau pegawai plegmatis, anda harus rajin memotivasinya sampai ia termotivasi oleh dirinya sendiri.
Kekuatan Dan Kelemahan Plegmatis :
Kekuatan :
Mudah bergaul, santai, tenang dan teguh
Sabar, seimbang, dan pendengar yang baik
Tidak banyak bicara, tetapi cenderung bijaksana
Simpatik dan baik hati (sering menyembunyikan emosi)
Kuat di bidang administrasi, dan cenderung ingin segalanya terorganisasi
Penengah masalah yg baik
Cenderung berusaha menemukan cara termudah
Baik dibawah tekanan
Menyenangkan dan tidak suka menyinggung perasaan
Rasa humor yg tajam
Senang melihat dan mengawasi
Berbelaskasihan dan peduli
Mudah diajak rukun dan damai
Bijaksana
Menyenangkan
Kelemahan :
Kurang antusias, terutama terhadap perubahan/ kegiatan baru
Takut dan khawatir
Menghindari konflik dan tanggung jawab
Keras kepala, sulit kompromi (karena merasa benar)
Terlalu pemalu dan pendiam
Humor kering dan mengejek (Sarkatis)
Kurang berorientasi pada tujuan
Sulit bergerak dan kurang memotivasi diri
Lebih suka sebagai penonton daripada terlibat
Tidak senang didesak-desak
Menunda-nunda / menggantungkan masalah
Plegmatis sebagai teman
Mudah diajak bergaul
Menyenangkan
Tidak suka menyinggung
Pendengar yang baik
Selera humor yang menggigit
Suka mengawasi orang
Punya banyak teman
Berbelaskasihan dan perhatian
Tidak bisa melihat teman mengalami kesusahan
Plegmatis sebagai kekasih
Setia
Selalu mengalah
Tidak terlalu suka memberi kejutan
Rela berkorban apa pun demi orang yang dicintai
Tidak suka merayu
Plegmatis Sebagai Orang Tua
Menjadi orang tua yang baik
Menyediakan waktu bagi anak-anak
Tidak tergesa-gesa
Bisa mengambil yang baik dari yang buruk
Tidak mudah marah
Plegmatis dalam pekerjaan
Cakap dan mantap
Damai dan mudah sepakat
Punya kemampuan administrative
Menjadi penengah masalah
Menghindari konflik
Baik dibawah tekanan
Menemukan cara yang mudah
Pekerjaan yang cocok bagi Phlegmatis
Guru, Akuntan, dan lain sebagainya.
Bangun pagi-pagi itu sangat menyebalkan. Tpi begitu wajah
udah seger, melakukan perjalanan pagi2 sangat menyenangkan....
05.40 dr stasiun madiun by kereta api madiun jaya. Goes
to stasiun tugu jogja 09.08. Temen bilang turun di stasiun lempuyangan aja.
09.04. Holiday is begin.
Setelah hiatus selama beberapa waktu,
sekarang saya telah siuman. Namun saya harus kembali dengan halaman yang
berbeda. Sebab saya kehilangan kunci untuk masuk ke halaman
layanglayangputusbenang.blogspot.com yang dulu saya bangun. Di pertengahan
tahun 2013 terakhir kalinya saya menulis untuk layang-layang putus benang. Di
akhir tahun tersebut saya harus meninggalkan pulau Jawa untuk merantau di salah
satu sudut Indonesia, sudut terluar Indonesia Kabupaten Kepulauan Talaud. Saya baru
saja kembali ke pulau Jawa di pertengahan 2014. Selama satu tahun di sana saya
jarang sekali bertemu jaringan internet, sehingga layang-layang putus benang
pun tak terjamah sama sekali. Terlebih lagi ponsel yang dulu saya gunakan untuk
menulis telah hilang akibat keteledoran saya saat di perantauan. Saya lupa dan
tak menemukan catatan apapun untuk mengakses kembali halaman
layanglayangputusbenang. Dan yang anda buka sekarang adalah halaman baru saya,
halaman enci murni.
Salah satu buah tangan dari perantauan.
Enci Murni. Sapaan akrab untukku. Enci adalah sapaan untuk seorang guru
perempuan yang masih lajang.
Lebih
dari satu tahun yang lalu aku sudah tahu bahwa anginakan membawaku ke ibu kota. Belajar dan
berkenalan lebih dekat dengan Jakarta. Sesekali bahkan sudah sering aku
berandai-andai apa saja yang akan aku lakukan ketika sudah berada di sana.
Mendatangi studio Metro TV dan menyaksikan program Mario Teguh Golden Ways
secara langsung dengan dresscode batik khas nusantara. Itu hanya salah satunya.
Semua orang telah ku beritahu bahwa aku akan ke sana.
Namun
malam ini angin telah merubah arahnya. Ia berkata akan membawaku ke daerah
istimewa bukan lagi ibu kota. Yogyakarta, aku akan dibawanya ke sana.
Satu
bulan dari sekarang, aku akan berada di sana. Di Yogyakarta kita.
Lagu
tema hari ini:
Yogyakarta - Kla Project
Pulang ke
kotamu
Ada setangkup haru dalam rindu
Masih seperti dulu
Tiap sudut menyapaku bersahabat, penuh selaksa makna
Terhanyut aku akan nostalgi
Saat kita sering luangkan waktu
Nikmati bersama
Suasana Jogja
Di persimpangan langkahku terhenti
Ramai kaki lima
Menjajakan sajian khas berselera
Orang duduk bersila
Musisi jalanan mulai beraksi
Seiring laraku kehilanganmu
Merintih sendiri
Ditelan deru kotamu ...
Walau kini kau t'lah tiada tak kembali
Namun kotamu hadirkan senyummu abadi
Ijinkanlah aku untuk s'lalu pulang lagi
Bila hati mulai sepi tanpa terobati
Seorang pengamen yang q yakini adalah seorang perempuan(bukan waria)
paroh baya, berbadan padat semampai, berwajah putih, beralis tipis
berkat pensil alis, memakai kaca mata biru, mengenakan legging hitam dan
gaun berbahan kaos berwarna biru membawa peralatan menyanyinya yg
lengkap berupa box kotak entah tape, vcd ato dvd dengan flash disk yg
ditancapkan, remote pengatur vcd/dvd
kecil dan tipis yg aq ingat sama dgn yg ada d rmhq tpi aq tak tau itu
remote untuk apa serta sebuah microvon tanpa kabel, sungguh canggih..
dlm hati berfikir ''apakah hasil nyanyi sesuai dgn biaya yg
dkeluarkan??''
Lalu ia mulai menyanyikan lagu dangdut lawas yg tidak terlalu
berisik ditelinga.. 2 buah lagu ia lantunkan, ia pun mulai berkeliling
dengan kantong plastiknya mengais rupiah dari satu penumpang ke
penumpang yg lainnya..
Kemudian ia duduk di sampingq, bau tubuhnya harum menyengat, hingga
aq pusing jika terlalu lama di dekatnya,, ia menyapaq '' mau turun mana
mbak??'' aq jawab ''madiun bu'' aq balik bertanya ''asli mana bu?''
''kertosono'' jawabnya.. Kemudian ia berlalu..
Jika beliau adalah seorang ibu maka ia adalah seorang ibu yg tangguh, super tangguh...
Pernah denger kata-kata ''jodoh ada di tangan Tuhan''? Kata-kata itu
tidak sepenuhnya benar, kata-kata itu sebenarnya hanya berlaku untuk
orang-orang yang belum mendapatkan jodohnya meskipun telah berusaha
keras atau bagi mereka yang sedang ''patah hati''. Kata-kata itu
seringkali kita ucapkan untuk memberi semangat pada teman atau diri kita
sendiri. Kata-kata itu sama sekali
tidak diperuntukkan bagi manusia yang berpangku tangan. Mereka akan
lebih malas bila berpedoman pada kata-kata ini. Tapi akulah orang malas
itu, dalam otakku Tuhan telah menentukan siapa jodohku kelak, jadi
seberapa malasnya aku, aku pasti dapat yang terbaik. Itu jelas salah.
Bagaimana mungkin aq berjodoh dengan orang spanyol bila berbahasa
spanyol saja aq tak bisa, jangankan berbahasa spanyol, keluar negeri
saja aq tak pernah. Jika pun mungkin, teramat sangat kecil sekali
probabilitasnya. Itu dulu. Sekarang pikiranku telah terbuka, jika kita
menginginkan sesuatu maka kita harus berusaha untuk mendapatkannya,
sekalipun sesuatu itu telah digariskan oleh Tuhan. Termasuk pula di sini
rezeki. Dosenku pernah berkata, ''bagi siapapun yang belum menemukan
jodohnya segeralah cari, mumpung kalian belum lulus, ketika lulus nanti
kalian akan lebih sulit menemukan jodoh kalian, ketika berada di bangku
kuliah, intensitas pertemuan dengan teman mempermudah kalian untuk
mencari jodoh itu''. Kata-kata dosen itu blm terlalu aku fikirkan sampai
akhirnya aku mendengar alasan dari seorang teman mengapa ia terlambat
lulus kuliah padahal skripsi telah mulai ia kerjakan pada awal semester
akhir, dan ia tak malas mengerjakannya. Alasannya karena ''ia belum
menemukan jodohnya''. Ia memilih menunda mengerjakan skripsi untuk
mencari jodoh terlebih dahulu, sebab ketika ia lulus tanpa jodoh, ia
akan lebih sulit lagi menemukan jodohnya itu. Alasan yang dulu menurutku
tidak masuk akal. Namun sekarang setelah aku pikir ulang, masuk akal
sekali menurutku.
(≧▽≦)づ
Nb. Bagi yg merasa piss geh, pengalamane tak tulis...
(∩_∩)
Meskipun tak dapat dijadikan rujukan karya ilmiah, namun Wikipedia cukup berperan dalam memberikan pengetahuan menggenai sesuatu hal ataupun seseorang tokoh yang kita ingin mengetahui lebih tentangnya, beserta tautan-tautan lengkapnya. Terima Kasih Wikipedia. Terima Kasih Jimmy Walles.
Jimmy Wales
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Malam ini tak sengaja mendengarkan alunan lagu jawa "Kembang Mawar Biru" dengan musik swing seperti jazz ketika ada sebuah pementasan budaya di alun-alun Wates Kulon Progo Yogyakarta. Lagu ini tak asing di telinga karena Kembang Mawar Biru adalah salah satu lagu jawa yang biasa di dengarkan bapak di rumah. Hanya saja dengan alunan musik jazz yang ringan dan santai berasa adem di hati membuatku ingin segera mendonwloadnya.
Langsung saja ku ketik keyword "Lagu jazz jawa kembang mawar biru" namun justru yang muncul adalah
"Bossanova Jawa - Mawar Biru" dan Bossanova Bossanova yang lainnya.
Lhoh kok Bossanova? Bukan Jazz?
Karena saya bukan ahli dalam mengenali aliran musik-aliran musik yang ada, mendengar Bossanova tentu saja langsung menilai bahwa itu adalah Jazz. Yang lain juga mungkin banyak yang seperti saya, menganggap Bossanova adalah jazz.
"Bossanova Kembang Mawar Biru"
Setelah googling-googling saya tahu sekarang Bossanova adalah yang seperti ini.
Gitar klasik: Bossa nova paling umum dipentaskan menggunakan gitar klasik senar nilon, dimainkan dengan jari, bukan plektrum. Bentuk paling murni yaitu gitar yang disertai vokal, seperti yang dicontohkan João Gilberto.
Bahkan dalam grup jazz yang lebih besar, hampir selalu ada gitar yang
memainkan irama dasar. Gilberto mengambil salah satu irama dari ensembel Samba, khususnya tamborim, dan diterapkan dalam permainan tangan.
Sumber : https://suwondo.wordpress.com/bossa-nova/
Bossa Nova adalah sebuah jenis musik hasil evolusi dari samba
tetapi dengan harmoni yang lebih kompleks dan lebih sedikit sentuhan
perkusinya. Bossa nova dikembangkan di Brazil pada tahun 1958 oleh João
Gilberto, dengan komposer Vinícius de Moraes (lyrics) and Antonio Carlos
Jobim (music) dan perusahaan rekaman milik Elizete Cardoso.
Bossa Nova semakin populer di Brazil dan daerah lain di Amerika latin
setelah album Gilberto dan film Black Orpheus (1959) kemudian menyebar
ke daerah Amerika Utara yang dibawa oleh musisi Jazz Amerika. Album
Getz/Gilberto pada tahun 1963, dan beberapa album rekaman dari mususi
jazz terkenal seperti Ella Fitzgerald (Ella Abraça Jobim) dan Frank
Sinatra (Francis Albert Sinatra & Antônio Carlos Jobim) membuat
aliran ini semakin mendunia dan menjadi salah satu jenis musik yang
memberi pengaruh dalam industri musik dunia selama beberapa dekade
hingga sekarang.
Sumber : https://topekazhari.wordpress.com/2011/05/02/bossanova-jazz-apa-bukan/
“Bossanova” : Jazz apa bukan?
Gw jadi pengen memberikan masukan mengenai hal ini dari sudut pandang
gw. Gw sebetulnya melihat hal ini adalah sangat sederhana sekali, tentu
dari sudut pandang gw.
Bossanova, menurut gw adalah sebuah istilah rhythmic style, seperti secara harfiah diartikan: Bossa = groove, nova = baru. Jadi bossanova adalah groove/rhythmic style
yang baru (pada saat itu tentunya, kalo sekarang sih sudah ngga baru
lagi). Yang ciri2nya adalaaahhh … gw rasa pada tahu semua ya bossanova itu seperti apa … yang bassnya pada ketukan 1 & 3, pola rhythm nylon gitarnya yang hampir selalu di upbeat, iramanya mengalir dengan tenang, dsb …
Sebagai contoh, dalam sebuah gig, apabila sang penyanyi ingin membawakan lagu “Wave”,
dia akan secara spontan menoleh ke drum (atau bass) dan bilang “lagu
Wave dong, dibikin bossa aja.” Gituuu.. haha (pernah denger langsung sih
gw :p).
Kalo Jazz… wah susah ngejelasinnya, persepsi Jazz dari tahun ke tahun selalu berubah. Menurut gw untuk dewasa ini, Jazz adalah sebuah language, yang dipakai oleh musisi Jazz saat bermain musik. Jadi apabila ada sebuah ensemble sedang bermain musik Jazz, maka semua musisi di dalam ensemble
tersebut (misalnya sebuah quartet, terdiri dari bass, drum, piano,
saxophone) sebetulnya sedang “ngobrol” dengan menggunakan bahasa musik Jazz melalui instrumen musik masing2.
Dan tentunya musisi tersebut harus menguasai bahasa Jazz itu sendiri (seperti menguasai scale, harmony, ritmik, dinamika, kuping yang tajam, tahu sejarah Jazz,
dsb) dengan baik agar “obrolan” tersebut bisa nyambung dan dimengerti
di antara musisi2 tersebut, menjadi sesuatu yang indah, dan menarik
untuk didengar. Ciri2 ensemble yang bermain musik Jazz … harmonisasi yang kompleks, penuh dengan improvisasi, dan penuh dengan sinkopasi.
Jadi tergantung musisinya, apabila sebuah ensemble yang terdiri dari musisi Jazz, “ngobrol” di atas rhythm bossanova, maka boleh dikatakan ensemble itu bermain musik Jazz. Tetapi kalo yang main bukan musisi Jazz dan mereka tidak “ngobrol” dengan bahasa Jazz di atas rhythm bossanova, maka “it’s simply latin/brazilian”. Trus kalo yang main bukan musisi Jazz, yang tidak menguasai bahasa Jazz dengan baik, trus nekad “ngobrol” bahasa Jazz di atas rhythm bossanova, kayanya bukan Jazz deh… :D
Sumber : http://ceritadisana.blogspot.com/2011/03/bossanova-jawa.html
Bossanova Jawa
Bossanova. Siapa yang tidak kenal
dengan Bossanova? Bossanova merupakan aliran musik, yang tenang mendayu,
seperti Jazz. Bila tidak ingin bersusah payah menerka musiknya, bisa
melihat acara mantenan dengan lagu-lagu mendayu dan vokal yang agak
bulat. Biasanya diputarkan ketika makan (standing party) dan mungkin
acara dansa. Seperti itulah lebih kurang alunan musiknya.
Bossanova
Jawa? Apa itu? tentu belum banyak yang mengetahui dan mendengarnya.
Musiknya memang bossanova. Tapi, lagu yang dibawakan merupakan lagu-lagu
Jawa. Seperti misalnya lagu Kuncung ciptaan Didi Kempot, pemusik
legendaris dari Solo. Kuncung, pada versi aslinya merupakan lagu yang
cukup nge-beat. DIbawakan dalam nada keroncong kontemporer yang asyik
dan rame. Tapi, dalam Bossanova Jawa ini dibawakan dalam nada bossanova
yang kalem dan mendayu. Komposisi irama dan syair benar-benar pas dalam
Bossanova Jawa ini. Menambah kesakralan makna lagu. Begitu juga lagu
hits jawa lain yang dibawakan Bossanova Jawa, antara lain bocah ndeso,
kusumaning ati karya Manthous, dan Gethuk karya Waldjinah.
Keroncong
biasanya identik dengan lagu ngantuk. Lagu Jawa identik dengan lagu
kuno, jadul, lagunya orang-orang tua yang kolot. Maka, dengan
mendengarkan Bossanova Jawa ini, image hits jawa akan seutuhnya berubah
dari kolot menjadi musik modern yang indah, syahdu, dan mendayu kalem.