Rabu, 17 Juni 2015

Angin Telah Merubah Arahnya



Rabu, 28 Januari 2015

Lebih dari satu tahun yang lalu aku sudah tahu bahwa angin  akan membawaku ke ibu kota. Belajar dan berkenalan lebih dekat dengan Jakarta. Sesekali bahkan sudah sering aku berandai-andai apa saja yang akan aku lakukan ketika sudah berada di sana. Mendatangi studio Metro TV dan menyaksikan program Mario Teguh Golden Ways secara langsung dengan dresscode batik khas nusantara. Itu hanya salah satunya. Semua orang telah ku beritahu bahwa aku akan ke sana.
Namun malam ini angin telah merubah arahnya. Ia berkata akan membawaku ke daerah istimewa bukan lagi ibu kota. Yogyakarta, aku akan dibawanya ke sana.
Satu bulan dari sekarang, aku akan berada di sana. Di Yogyakarta kita.
Lagu tema hari ini:
 Yogyakarta - Kla Project




Pulang ke kotamu
Ada setangkup haru dalam rindu
Masih seperti dulu
Tiap sudut menyapaku bersahabat, penuh selaksa makna
Terhanyut aku akan nostalgi
Saat kita sering luangkan waktu
Nikmati bersama
Suasana Jogja

Di persimpangan langkahku terhenti
Ramai kaki lima
Menjajakan sajian khas berselera
Orang duduk bersila
Musisi jalanan mulai beraksi
Seiring laraku kehilanganmu
Merintih sendiri
Ditelan deru kotamu ...

Walau kini kau t'lah tiada tak kembali
Namun kotamu hadirkan senyummu abadi
Ijinkanlah aku untuk s'lalu pulang lagi
Bila hati mulai sepi tanpa terobati
 ........................

Tanpa Judul

100614
Senja ini, burung kakak tua tak hinggap d jendela. Dan tinggalkan selembar bulu rapuh d sayapnya. Untku, agar mngerti btapa buas angkasa. Barangkali jasadnya mnjelma sunyi d tngah tualang atau mnjd lambang, skdar layang2.

270514
Mnunggu. Wkt yg mnyelubung adl lengkung atap stasiun. Malaikat2 brnyanyi, brgelayut ramai d pilar2 besi. Angin mmilah sayapnya, tp enggan mmbekap mulutnya. "tiada, sungguh tiada," mreka brseru. Hanya ada kiamat bisu, selepas wkt mnjelma karibmu...
Entah crita apa lg yg akn kusampaikan pdmu stlh ini. Yg kulihat hnya butir2 hujan brderet spanjang rel & bangku2 peron yg mnahan kantuk.
Di denyut alun2 selatan yogyakarta, mlm mngigau hampa seakan tnp suara, lalu sendu. Mmbujuk bulan mlempar tinju, bradu semu chy lampu.
Sepi itu indah, percayalah. Membisu itu anugerah.

260414
Apkbr rindu yg brtepuk sblh tangan? Tanya pd hati kcilmu, msh sanggupkah mnopang rindu itu sndrian? Rintih kini kau brnyanyi mndekap pasrah merah pecah rhs mlm kirana. Ak brtapa d dlmnya. Sesunyi apkh kbhagiaan, jika mncintaimu hnya mnciptakan ktiadaan? Mshkah itu dsebut cinta jika ia kehilangan pnderitaannya?

130414
kita adl 100 thn kpedihan. Prcakapan ant kita, sbuah dialog dg masa silam, adl prckapan tak trhingga. Gajah pergi mninggalkan gading. Tp ia tak mmilih bgmn gading itu diukir.
Satu agm baru bs didirikan brdasar sakramen yg satu ini. Mnjd pngikutny gmpang. Anda tdk hrus prgi kbaktian d hari & tmpt yg istimewa. Tdk ada lagu rohani, tdk ada pngakuan imam, tdk ada kotbah, & tdk ada prjamuan mkn mlm. Yg harus anda lakukan hnya du2k diam. Sehari skali, unt 15 mnt, du2k, tu2p mulut, & diam. Spt yg disuruh Ibu anda. Stiap kursi, bangku taman, & sofa akn mnjd sbuah gereja.

230214
Dan dtg mrasuk sgala yg mmbujuk. Sunyikah itu pmintal benang suaramu? Di puncak mlm ini, akulah dengus peronda yg riang brnyanyi, mnabur kerlip konfeti, serbuk bius, jg pedih setanggi dr uapan rinduku yg mngitari perbani.

120214
Mungkin kau prnah mndengar cerita ini : di Itali ada sbuah patung yg dpercaya bhwa siapa yg brdoa d dpnnya pasti akn trkabul. Suatu pagi dtg seorang, dia brdoa sungguh2 agar menang lotre, sore hari dia dtg lg dg doa yg sama. Hari brikutnya dia dtg lg, brdoa dgn doa yg sama, terus sampai brminggu-minggu. Hingga suatu hari si patung merasa jengkel, dia hdup & brkata pd pendoa itu 'Tuan, kalo mau menang, tolong belilah tiket lotre !'.


Trnyata tdk cukup hnya mnggantungkan hdup pd doa semata. Lalu sjauh mana seorang harus brdoa, sjauh mana org harus brusaha?

110214
Se2orang sedang bimbang d tngah persimpangan. Dgn kuasaNya yg di atas sgala-galanya, Tuhan mmberikan brbagai tanda unt mmilih salah satunya, tp pada akhirnya dia mmilih jln yg lainnya. Apakah ini trmasuk pmbangkangan? Atau pmbangkangan ini trmasuk rncana Tuhan?
Dgn kpercayaan penuh bahwa Tuhan akan menolongnya, se2orang hendak mnjatuhkan dirinya k dlm jurang. Dlm prjalanan, dia mnemukan sebongkah emas, tp dia mninggalkannya & brkata dlm hati 'Tuhan pasti akn mnolongku dgn cara lain'. Dia brjln lg sampai mnemukan seekor krbau, dia mninggalkannya lg & brkata dlm hati 'Thn akn mnolongku dgn cr lain yg lbh indah'. Sampai d pinggir jurang dia mlompat & mati. Di akhirat, Tuhan memarahinya 'BODOH ! Aku telah mngirim sebongkah emas & seekor kerbau unt mnolongmu !'

300114
Skrg aku mnjd bissu trmuda yg disegani bnyk org, jg setan. Mnjd lelaki paling lelaki yg piawai mmainkan atraksi mangiri : mnusuk tubuh dgn pisau, kalewang, keris, atau badik. Aku pun mnjelma prempuan yg paling suci krn tak prnh menstruasi & tak brdarah krn tubuh tak tembus besi atau timah.
Stasiun kota, entah jejak keberapa. Menikmati jogja dgn hiruk pikuknya. Hujan turun tiba2, lalu brhamburanlah mesin kunang2 yg tak terkenang.

260114
Hujan mngantar kita branjak dr suatu kdatangan ke kberangkatan yg lainnya. Sebuah prjlanan mmberi bnyk wkt unt brdiam diri, merenung, & mnuliskan sgala ssuatu ttg pikiran & perasaan k dlm sbuah catatan. Entah itu tentang kesedihan, kbahagiaan, mimpi yg tak trbeli atau rasa yg lainnya
Aku nyaman cerita sama org yg paham bahasa (puisi) ku. Emang penyendiri, kadang dlm keterasingan ak mrasa nyaman skaligus ksepian. Kadang dlm sbuah klompok, ak takut kehilangan eksistensi diri, identitas diri harus rela lebur & hilang k dlm identitas klompok

220114
Dulu aku sangat takut pada gelap, tp skrg angin telah brubah arah. Gelap mmbuatku kcanduan. Mungkin saking seringnya merasakan ktakutan (yg identik dgn kgelapan), jd trbiasa, & akhirnya nyaman dlm kgelapan. Sampai2 mata ini enggan trpejam selama msh ada chy, sepercikpun.

221214
Stasiun kota : Aku tak kuasa memintamu lg. Entah dgn bhs yg bgmn lg kau bs mngerti. Hnya dlm puisi, aku tdk bs brsembunyi. Jika trdngar sedih, aku memang sdih, jika trdngar jalang, aku memang jalang. Pada titik ini, aku merasa tlah khilangan sgala-galanya.

211214
Smenjak manusia bs bicara, maka dunia dibangun oleh kata2. Smenjak manusia bs mnyalakan api, maka dunia dibangun oleh materi. Lalu apa guna puisi? Setahuku, tnpa hal yg ditangisi, tnpa hal yg ditertawai, birahi beringsut mati.

Seorang Tamu Tuna Grahita yang Menginspirasi



Jumat, 20 Juni 2014
By : Intan putri purnama ningrum
  
Siang ini seperti biasa saya berada di kantor. Sedikit bercerita, saya adalah staff magang di pusat informasi dan humas Universitas Airlangga. Masih sama dengan hari lain, tugas kami disini salah satunya adalah menerima tamu. Tepat pukul 11 siang, pintu kantor diketuk. Saya dan staff lain mempersilakan tamu ini untuk masuk dan duduk. sebelum sempat kami selesai mempersilakan duduk, si Tamu bertanya, "Pak, Bu, ini bener kampus C Unair Mulyorejo?". dengan ramah kami meng-iyakan. Namun sekali lagi beliau bertanya pertanyaan serupa. Dengan heran kami kembali meng-iyakan. Namun terkejutnya kami ketika si Tamu berteriak girang, "horeee!! saya lulus!". Lalu si Tamu bercerita bahwa dia adalah siswa SLB, usianya 34 tahun namun kemampuan otaknya setara dengan anak usia 13 tahun. Namanya Aput, dia dari Wonosari, Yogjakarta. Tujuannya kesini adalah untuk ujian. Ujian? Awalnya kami heran. Namun ternyata Aput sedang menjalankan ujian pencarian alamat. Bayangkan dengan kapasitas otaknya yang setara 13 tahun, ia menuju Surabaya, kota sebesar ini sendirian (ingat, dia dari Yogjakarta, 10 jam dari Surabaya). Ia hafal benar ia harus naik bus Eka sampai Bungur Asih dan 2 kali naik angkutan umum untuk sampai ke Kampus kami. Belum selesai disana, ketika kami menawarkan minum, ia menolak dengan alasan ia dilarang untuk meminta minta. Keukeuhnya prinsip tidak meminta minta ini sampai memaksa kami mencari alasan lain agar ia menerima air minum itu (ia tampak sangat lelah dan kehausan). Kami berdalih bahwa air minum itu adalah hadiah karena dia sudah lulus ujian (bisa menemukan alamat adalah ukuran kelulusannya). Disela perbincangan kami ia bercerita bahwa di sekolahnya ia belajar baca tulis, ketrampilan, dan agama. Ia menyebutkan ada dua agama disana yang pertama adalah agama Allahuakbar (red. Islam) dan pak Yesus (red. Kristen/Katolik). kebetulan ia beragama Allahuakbar tuturnya. Lama berbincang, ia teringat bahwa hari ini adalah hari Jumat. Ia membacakan (dia hafal, tanpa teks) surat Al-Jumu'ah bagi kami. Suaranya merdu dan bacaaannya benar, dia juga hafal dengan baik. Saya dan rekan kerja saya sampai luluh dan menangis. Dia juga memberi tahu kami bahwa ada aturan yang harus ditaati selama ujian ini. Pertama adalah boleh bertanya, namun tidak boleh diantar. Kedua adalah tidak boleh naik kendaraan yang bersifat mengantar seperti taxi dan becak. Ketiga, tidak boleh meminta - minta. dan masih banyak aturan lain yang mengoyak nurani saya. Saya jadi berfikir, sudahkah kita memiliki moral sebaik tamu Tuna Grahita ini? Bahkan dia mencari tempat sampah untuk membuang sampahnya. Sedangkan kita? Ada satu celetukan polos yang ia tanyakan pada kami. Ia bertanya, berapa banyak ayam yang harus dijual untuk pergi ke Mekah? Untuk ke Surabaya saja ia harus menjual ayam 3 ekor. Ia ingin ke mekah karena sudah bisa mengaji. Dari tamu ini saya belajar banyak tentang makna hidup, kejujuran, bagaimana berjuang dan terus memotivasi diri sendiri. Dia berkata bahwa dia dilarang bersedih. "Kata pak Guru aku ngga boleh sedih, kalo sedih nanti bodo lagi", ucapnya polos. Dari sini, masih bisa sombongkah kita bahwa mahasiswa adalah makhluk paling pintar dan paling baik moralnya? Mari belajar dari sekitar, termasuk dia :)


Wates Night Market

dsfddfhdfgghfgfg